Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (Local Area Network) Part 2


Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel dibawah

Tabel 3. Pembagian kelas IP Address


Kelas
Network ID
Host ID
Default Sub net



Mask
A
xxx.0.0.1
xxx.255.255.254
255.0.0.0




B
xxx.xxx.0.1
xxx.xxx.255.254
255.255.0.0




C
xxx.xxx.xxx.1
xxx.xxx.xxx.254
255.255.255.0







IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

Network ID = 113

Host ID = 46.5.6

IP address di atas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit


pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 :

Network ID = 132.92

Host ID = 121.1

IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx.

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

7) Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki :

a)    Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).

b)   Top  level  domain:  kode  kategori  organisasi  atau  negara  misalnya:

.com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain


itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.

c)    Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

8)   DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.

c.    Rangkuman 1

1)   JARINGAN komputer adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan.

2)  Ada lima jenis jaringan komputer, Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), Wide Area Network (WAN), Internet, dan Jaringan tanpa kabel.


3)   Topologi jaringan adalah suatu cara untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network.

4)   Tipe jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.

5)   Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Aturan baku itulah yang disebut PROTOCOL. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Selain OSI ada badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika yang juga membuat aturan standar ini.

6)   IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 193.160.5.1. Ada 3 macam IP address : IP Addres kelas A (untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, 16.777.214), IP Address kelas B (untuk jaringan berukuran sedang dan besar), dan IP address kelas C (untuk jaringan berukuran kecil-LAN).




e.   Test Formatif 1

1)   Apakah yang dimaksud dengan topologi jaringan star? Jelaskan kelebihan dan kelemahanya!

2)   Apa yang dimaksud dengan server dan apa pula dengan client dalam type jaringan client server? Apa kelebihan dan kekuranganya dibandingkan dengan type peer to peer?

3)   Ada berapa layerkah protokol menurut referensi OSI? Sebutkan!

4)   Sebuah Komputer memiliki IP address 134.68.5.15, apa kelas, network ID, dan host ID dari IP address tersebut?

f.     Kunci Jawaban Test Formatif 1

1)     Topologi jaringan star adalah cara menghubungkan komputer ke jaringan dengan cara masing-masing komputer/workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur

komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

2)     Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.

Kelebihan type jaringan client server:

·  Kecepatan akses lebih tinggi.

·  Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena ada administrator jaringan.
·  Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server.

Kelemahanya:

·  Biaya operasional relatif lebih mahal.

·  Diperlukan satu komputer khusus dengan kemampuan lebih sebagai server.
·  Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server.

3)     Menurut OSI (Open System Interconnection) ada 7 layer/lapisan protocol, yaitu:

-      Phisic layer

-      Data link layer

-      Network layer

-      Transport layer


-      Session layer

-      Presentation layer

-      Application layer

4)     IP address 134.68.5.15. Maka :

-      IP address tersebut punya kelas B ( range B 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx)

-      Network ID = 134.68

-      Host ID = 5.15


g.   Lembar Kerja 1 Alat dan bahan :

1)
Pensil/ball point  ................................................
1 buah
2)
Rapido (0,2, 0,4, dan 0.8)  .................................
1 buah
3)
Penghapus  ........................................................
1 buah
4)
Kertas gambar manila A3  ..................................
1 lembar
5)
Kertas folio .........................................................
secukupnya


Kesehatan dan Keselamatan Kerja

1)   Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.

2)   Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.

3)   Menjaga kebersihan gambar yang akan dibuat dan lingkungan sekitarnya.

4)   Menjaga kebersihan dan kerapian lembar kerja yang lain (kertas folio).

5)   Meletakkan peralatan pada tempatnya.


Lembar Kerja 1

1)   Persiapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan !

2)   Rekatkanlah kertas gambar dengan isolasi pada sudut kertas gambar!

3)   Buatlah garis tepi!

4)   Buatlah sudut keterangan gambar (stucklyst)!

5)   Buatlah gambar Topologi jaringan baik topologi Bus, token Ring, maupun Star!

6)   Lakukan proses pembuatan gambar tersebut dengan baik dan benar (secara konvensional) !

7)    Setelah  selesai  menggambar  topologi  jaringan,  ambilah  kertas  folio

secukupnya.  Buatlah    skema  yang  menjelaskan  tentang  protocol

TCP/IP dan IP address, meliputi: bagaimana kedudukan protocol TCP/IP terhadap referensi OSI maupun protocol yang lainya, bagaimana pengkelasan dalam IP address dilaksanakan (kelas A, B, C), bagaimana memahami network ID dan host ID!

8)   Setelah selesai laporkan hasil kerja anda, dan kembalikan semua alat dan bahan ke tempat semula !



2.        Kegiatan Belajar 2 : Instalasi Perangkat Keras

a.       Tujuan Kegiatan Pemelajaran 2

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu melaksanakn instalasi hardware jaringan LAN dengan baik dan benar.

b.       Uraian materi 2

LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software. Komponen software meliputi: Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

Pada kegiatan belajar 2 akan difokuskan pada komponen hardware dari LAN.

1)  Personal Computer

Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

2)  Network Internet Card (NIC)

Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI.




3)  Pengkabelan

Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer.

Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.


Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakan jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis kabel yang umum digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.Topologi Jaringan dan Jenis Kabel yang Sering Digunakan


Topologi Jaringan
Jenis kabel yang umum digunakan


Topologi Bus
Coaxial, twisted pair, fiber


Topologi Ring
Twisted pair, fiber


Topologi Star
Twisted pair, fiber



Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu:

·  Coaxial cable

·  Fiber Optik

·  Twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair)


a)  Kabel Coaxial

Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.

Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut :

·        Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).

·        Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.

·        Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).

·        Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.

·        Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).

·        Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).

·        Setiap segment harus diberi ground.

·         Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).

·         Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

Bagikan Ini...

Pos Terkait

Selanjutnya
« Pos Sebelumnya
Sebelumnya
Pos Sebelumnya »
comments