Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada
kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan
pada tabel dibawah
Tabel 3. Pembagian kelas IP Address
Kelas
|
Network ID
|
Host ID
|
Default Sub net
|
Mask
|
|||
A
|
xxx.0.0.1
|
xxx.255.255.254
|
255.0.0.0
|
B
|
xxx.xxx.0.1
|
xxx.xxx.255.254
|
255.255.0.0
|
C
|
xxx.xxx.xxx.1
|
xxx.xxx.xxx.254
|
255.255.255.0
|
IP
address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.
Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP
address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit
pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara
membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
IP address di atas
berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan
untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID
ialah 16 bit
pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit
berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya
132.92.121.1 :
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
IP address di atas berarti host nomor 121.1
pada network nomor 132.92. Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP
address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx –
191.155.xxx.xxx.
IP address kelas C awalnya digunakan untuk
jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan
konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing
network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah
proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat
atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu
mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
7) Domain Name
System (DNS)
Domain Name System (DNS)
adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer
atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS
menggunakan arsitektur hierarki :
a)
Root-level domain:
merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
b)
Top
level domain: kode
kategori organisasi atau
negara misalnya:
.com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu
untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan
pemerintahan. Selain
itu untuk membedakan pemakaian nama oleh
suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia
atau .au untuk australia.
c)
Second level domain:
merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya: microsoft.com;
yahoo.com, dan lain-lain.
8)
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan
secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau diisi
secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada
komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang
dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya
meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung
secara dinamis.
c.
Rangkuman 1
1)
JARINGAN komputer
adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung
dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa
kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar
dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan
hardware/software yang terhubung dalam jaringan.
2) Ada lima jenis jaringan
komputer, Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), Wide Area
Network (WAN), Internet, dan Jaringan tanpa kabel.
3)
Topologi jaringan
adalah suatu cara untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer
lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah
Bus, Token-Ring, dan Star Network.
4)
Tipe jaringan
terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu
client-server dan type jaringan peer to peer.
5)
Untuk
menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah
aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Aturan baku itulah yang
disebut PROTOCOL. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah
standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan
baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System
Interconnection). Selain OSI ada badan dunia lainnya seperti ITU (International
Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS
(National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga
oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics
Engineers) dan ATM-Forum di Amerika yang juga membuat aturan standar ini.
6)
IP address adalah
alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang
menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang
dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh
tanda titik seperti 193.160.5.1. Ada 3 macam IP address : IP Addres kelas A
(untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, 16.777.214), IP Address
kelas B (untuk jaringan berukuran sedang dan besar), dan IP address kelas C
(untuk jaringan berukuran kecil-LAN).
e.
Test Formatif 1
1)
Apakah yang dimaksud
dengan topologi jaringan star? Jelaskan kelebihan dan kelemahanya!
2)
Apa yang dimaksud
dengan server dan apa pula dengan client dalam type jaringan client server? Apa
kelebihan dan kekuranganya dibandingkan dengan type peer to peer?
3)
Ada berapa layerkah protokol menurut
referensi OSI? Sebutkan!
4)
Sebuah Komputer
memiliki IP address 134.68.5.15, apa kelas, network ID, dan host ID dari IP
address tersebut?
f.
Kunci Jawaban Test
Formatif 1
1)
Topologi jaringan
star adalah cara menghubungkan komputer ke jaringan dengan cara masing-masing
komputer/workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan
dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk
setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur
komunikasi dalam kabel akan semakin lebar
sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga
bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi
dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan
secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star
adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
2)
Server adalah
komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam
jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan
fasilitas yang disediakan oleh server.
Kelebihan
type jaringan client server:
· Kecepatan
akses lebih tinggi.
·
Sistem keamanan dan
administrasi jaringan lebih baik, karena ada administrator jaringan.
·
Sistem backup data
lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di
server.
Kelemahanya:
· Biaya
operasional relatif lebih mahal.
·
Diperlukan satu
komputer khusus dengan kemampuan lebih sebagai server.
· Kelangsungan
jaringan sangat tergantung pada server.
3) Menurut
OSI (Open System Interconnection) ada 7 layer/lapisan protocol, yaitu:
-
Phisic layer
-
Data link layer
-
Network layer
-
Transport layer
-
Session layer
-
Presentation layer
-
Application layer
4)
IP address 134.68.5.15. Maka :
- IP
address tersebut punya kelas B ( range B 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx)
-
Network ID = 134.68
-
Host ID = 5.15
g. Lembar Kerja 1 Alat dan bahan :
1)
|
Pensil/ball point
................................................
|
1 buah
|
2)
|
Rapido (0,2, 0,4, dan 0.8) .................................
|
1 buah
|
3)
|
Penghapus
........................................................
|
1 buah
|
4)
|
Kertas gambar manila A3 ..................................
|
1 lembar
|
5)
|
Kertas folio .........................................................
|
secukupnya
|
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1)
Berdo’alah sebelum memulai kegiatan
belajar.
2)
Bacalah dan pahami
petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
3)
Menjaga kebersihan
gambar yang akan dibuat dan lingkungan sekitarnya.
4)
Menjaga kebersihan
dan kerapian lembar kerja yang lain (kertas folio).
5)
Meletakkan peralatan pada tempatnya.
Lembar Kerja 1
1)
Persiapkan alat dan bahan yang akan
dibutuhkan !
2)
Rekatkanlah kertas gambar dengan
isolasi pada sudut kertas gambar!
3)
Buatlah garis tepi!
4)
Buatlah sudut keterangan gambar
(stucklyst)!
5)
Buatlah gambar
Topologi jaringan baik topologi Bus, token Ring, maupun Star!
6)
Lakukan proses
pembuatan gambar tersebut dengan baik dan benar (secara konvensional) !
7)
Setelah selesai
menggambar topologi jaringan,
ambilah kertas folio
secukupnya. Buatlah
skema yang menjelaskan
tentang protocol
TCP/IP dan IP address, meliputi: bagaimana
kedudukan protocol TCP/IP terhadap referensi OSI maupun protocol yang lainya,
bagaimana pengkelasan dalam IP address dilaksanakan (kelas A, B, C), bagaimana
memahami network ID dan host ID!
8)
Setelah selesai
laporkan hasil kerja anda, dan kembalikan semua alat dan bahan ke tempat semula
!
2.
Kegiatan Belajar 2 :
Instalasi Perangkat Keras
a.
Tujuan Kegiatan
Pemelajaran 2
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini
peserta diklat mampu melaksanakn instalasi hardware jaringan LAN dengan baik
dan benar.
b.
Uraian materi 2
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang
meliputi komponen hardware dan software. Komponen software meliputi: Personal
Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan komponen
software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol
Jaringan.
Pada kegiatan belajar 2 akan difokuskan pada
komponen hardware dari LAN.
1)
Personal Computer
Tipe personal komputer yang digunakan di
dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut.
Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam
jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang
difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih tinggi
dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan
bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.
2)
Network Internet Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe
network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI. Saat ini
jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI.
3) Pengkabelan
Jaringan komputer pada dasarnya adalah
jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan
berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator
diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer
pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan
gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan
perkembangan jaringan komputer.
Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer
bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel
Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik).
Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari
teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.
Pemilihan
jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai
contoh untuk jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik
(walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak
menggunakan kabel Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah
sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar
matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar
akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja
jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi
jaringan Star banyak menggunakan jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis
kabel yang umum digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.Topologi Jaringan dan Jenis Kabel
yang Sering Digunakan
Topologi Jaringan
|
Jenis kabel yang umum digunakan
|
Topologi Bus
|
Coaxial, twisted pair, fiber
|
Topologi Ring
|
Twisted pair, fiber
|
Topologi Star
|
Twisted pair, fiber
|
Setiap
jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu
dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum,
yaitu:
· Coaxial
cable
· Fiber
Optik
·
Twisted pair
(UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair)
a) Kabel Coaxial
Dikenal
dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan
besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
Thick coaxial cable
(Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan
berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter
rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut
sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet,
atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai
spesifikasi dan aturan sebagai berikut :
·
Setiap ujung harus
diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang
sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab
resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
·
Maksimum 3 segment
dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
·
Setiap kartu
jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
·
Setiap segment
maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
·
Maksimum panjang
kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
·
Maksimum jarak antar
segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
·
Setiap segment harus diberi ground.
·
Jarak maksimum
antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet
(sekitar 5 meter).
·
Jarak minimum antar tap adalah 8 feet
(sekitar 2,5 meter).